
Perjalan kehidupan yang penuh cerita dan kisah
Pagi 12 mei 2011 diriku mendapat berita duka, berita dukanya bukan tentang kematian tetapi berita dukanya bahwa telah berpulangnya ketangan orang lain kendaraan bermotorku yang hampir 9 tahun setia melayani saya.
memang motor itu udah bisa di katakan butut tetapi motor itu memiliki sejarah panjang bersama saya
mulai saya SMA dia selalu setia menemani sampai saya menjadi sarjana pun selalu dia temani dan yang paling tragis sampai saya kecelakaan di tabrak mobil mobil dia masih setia menemani saya sampai di seret oleh mobil yang mengakibatkan tulang pahaku patah dan dop motorku pun itu ikut hancur dan beberapa bagian ada yang bengkok, kesetian motorku itu sudah tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
motor itu hilang saat pagi baru di ketahui padahal saya begadang sampai pagi, mungkin karena keasyikan in put data untuk bantu para calom siswa siswi yang masuk masuk kuliah (SNMPTN) sampai saya lupa menengok motor itu yang ada di teras apakah dia masih bangun atau sudah tidur karena biasanya saya selalu meluangkan waktu sesibuk apapun untuk sejenak menuju ke depan teras rumah menyapa motor itu, tetapi malam itu sejenak perhatianku kuserahkan sepenuhnya untuk in put data peserta SNMPTN.
Kejadian yang kedua pada tanggal 16 mei 2011 uangku hilang Rp. 800.000, mungkin buat yang lain uang 800.000 itu kecil tetapi buat orang yang di bawah garis kemiskinan sepertiku uang 800.000 itu jumlahnya sangat besar seandainya saya beli somai itu mungkin bisa 90 truk somai.
saya tak tau uang itu hilangnya kemana apakah manusia yang ambil atau tuyul dan babi ngepet yang ambil.
Tetapi kedua kejadian itu aku berusaha sikapi dengan kearifan, mungkin harta yang telah hilang dariku itu sudah takdirnya, aku selalu berpendapat apapun yang ada pada diriku itu hanya titipan dari sang penciptaku ALLAH SWT disaat dia ingin mengambilnya aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya aku selalu berusaha untuk menjaga apa yang aku miliki tetapi disaat tiba waktunya dia hilang mungkin itu sudah kehendak yang memilikinya yaitu Allah SWT.
dan akupun juga berfikir mungkin aku kurang beramal karena selama 7 bulan lamanya diriku tergeletak karena patah yang membuat diriku kurang memberi harta yang aku miliki kepada orang yang berhak ataupun kepada tempat ibadah karena hampir sekitaran 7 bulan lamanya saya nda pernah shalat jumat & menyumbang di mesjid atas rezeki yang saya dapatkan.
Aku yakini semua kejadian penuh dengan hikmah, mencoba untuk bersabar dan tawakal adalah cara tebaik mensyukuri atas pemberian tuhan.
Dan aku juga meyakini selama yang aku kerjakan itu halal pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari apa yangaku kerjakan.
Dalam sebuah doa aku selalu berkata " Ya Allah seandainya cara yang kau beri membuat aku lebih baik maka aku sangat berterima kasih atas pemberianmu, apapun yang kau berikan adalah pelajaran berharga dalam hidupku sehingga dalam hidupku aku selalu belajar dari kejadian apa yang ku alami "